Beranda » Blog » Geografi » Soal dan Pembahasan SBMPTN 2016 Geografi

Soal dan Pembahasan SBMPTN 2016 Geografi

Soal dan Pembahasan SBMPTN 2016 Geografi

Halo gaes, udah berapa persen persiapan menghadapi UTBK SBMPTN? Yuk kita gas terus, jangan kasih kendor. Kali ini kita punya materi soal dan pembahasan SBMPTN 2016 Geografi.

Langsung aja yuk, cekidot!


1. Topik: Pedosfer

Gangguan pada infrastruktur lahan pertanian karena adanya rayapan tanah adalah ….
(A) bendungan penuh sedimen
(B) tanggul sungai putus
(C) saluran irigasi retak-retak
(D) jalan inspeksi terputus
(E) jembatan runtuh

Jawaban
Rayapan tanah (soil creep) adalah salah satu bentuk dari longsor. Longsor ini bergerak dengan lambat, namun memiliki daya rusak yang besar. Semua masalah yang disebutkan pada pilihan jawaban dapat terjadi disebakan oleh rayapan tanah.

Karena soal menanyakan gangguan pada infrastruktur lahan pertanian maka jawaban yang paling tepat adalah bendungan penuh sedimen. Erosi besar di tempat yang lebih tinggi selalu menyebabkan sedimentasi yang besar pula di tempat yang lebih rendah. Bendungan yang penuh sedimen lumpur akan mengambat irigasi pada sawah atau lahan pertanian.

Jawaban: A. bendungan penuh sedimen

2. Topik: Hidrosfer

Sungai-sungai yang bersifat perennial banyak ditemui di wilayah yang mempunyai karakteristik wilayah ….
(A) batuan keras dan dataran
(B) perbukitan dan pegunungan
(C) dataran dan batuan lepas-lepas
(D) relief bergelombang dan batuan keras
(E) perselingan batuan keras dan lepas-lepas

Jawaban
Sungai perennial atau disebut juga sungai permanen adalah sungai yang alirannya memiliki debit yang tetap sepanjang tahun. Debit yang tetap dan aliran yang terus ada ini disebabkan curah hujan yang tinggi di tempat tersebut. Wilayah yang memungkinkan untuk memiliki karakter seperti ini adalah perbukitan dan pegunungan.

Jawaban: B. perbukitan dan pegunungan

3. Topik: Atmosfer

Angin puting beliung yang terjadi di wilayah Indonesia merupakan fenomena alam yang berkaitan dengan perbedaan ….
(A) arah angin dan suhu udara
(B) tebal tipisnya awan
(C) tekanan dan stabilitas udara
(D) tinggi rendahnya tempat
(E) suhu dan kelembaban udara

Jawaban
Angin adalah udara yang bergerak akibat perbedaan tekanan udara. Semakin tinggi perbedaan tekanan udara antara dua tempat maka semakin kuat angin yang bertiup. Stabilitas udara juga berkaitan dengan perbedaan tekanan.

Jawaban: C. tekanan dan stabilitas udara

4. Topik: Pedosfer

Faktor yang menyebabkan terdapatnya bercak karat pada tanah yang berdrainase buruk adalah ….
(A) mangan tereduksi pada saat kering
(B) besi teroksidasi pada saat kering
(C) mangan teroksidasi pada saat tergenang
(D) besi tereduksi pada saat tergenang
(E) besi tereduksi pada saat kering

Jawaban
Bercak karat menunjukkan terjadinya oksidasi pada kandungan besi yang terdapat pada tanah. Tanah yang berdrainase buruk terkadang basah dan kering, sehingga memungkinkan udara untuk masuk ke dalamnya. Akhirnya pada saat kering udara yang masuk memicu proses oksidasi sehingga menghasilkan bercak karat pada tanah.

Jawaban: B. besi teroksidasi pada saat kering

5. Topik: Hidrosfer

Perairan laut yang sesuai untuk tumbuhnya terumbu karang dengan baik adalah ….
(A) kedalaman sedang, arus sedang, dan temperatur hangat
(B) kedalaman dangkal, arus tenang, dan temperatur dingin
(C) kedalaman sedang, arus tenang, dan temperatur panas
(D) kedalaman dangkal, arus sedang, dan temperatur panas
(E) kedalaman dangkal, arus tenang, dan temperatur hangat

Jawaban
Terumbu karang termasuk biota laut yang hidup pada zona neritik atau laut dangkal dengan kedalaman maksimal 200 meter dan masih mendapat sinar matahari sampai ke dasarnya. Maka, terumbu karang dapat tumbuh dengan baik di kedalaman dangkal, arus tenang, dan temperatur hangat.

Jawaban: E. kedalaman dangkal, arus tenang, dan temperatur hangat

6. Topik: Interaksi Wilayah

Pola interaksi antarwilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi menunjukkan perbedaan keruangan akibat variasi ….
(A) jumlah penduduk dan kelancaran komunikasi
(B) kelancaran transportasi dan komunikasi
(C) jumlah penduduk dan jarak dari pusat kota
(D) kelancaran transportasi dan kemajuan teknologi
(E) kemajuan teknologi dan jarak dari pusat kota

Jawaban
Kekuatan interaksi antarwilayah dipengaruhi oleh jumlah penduduk dan jaraknya. Interaksi akan menjadi kuat apabila jumlah penduduk semakin banyak dan jarak antarwilayah dekat. Sebaliknya interaksi akan menjadi lemah jika jumlah penduduk sedikit dan jarak antarwilayah jauh.

Jawaban: C. jumlah penduduk dan jarak dari pusat kota

7. Topik: Sistem Informasi Geografis (SIG)

Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk kepentingan militer lebih dipicu oleh kemampuan sistem dalam mengolah data ….
(A) ketinggian dan letak suatu tempat
(B) status dan penggunaan tanah
(C) arah dan jarak dari markas militer
(D) kerapatan bangunan dan jaringan jalan
(E) letak dan ukuran objek strategis

Jawaban
Dari lima pilihan jawaban yang terdapat pada soal, data yang paling dibutuhkan untuk kepentingan militer yang dapat diolah menggunakan SIG adalah ketinggian dan letak suatu tempat.

Data ketinggian dan letak suatu tempat berguna untuk banyak hal dalam kemiliteran. Beberapa di antaranya:

  • Ketinggian tempat berguna untuk observasi medan tembakan dan tempat untuk memantau pasukan dan lawan.
  • Data ketinggian tempat menginformasikan relief suatu wilayah sehingga berguna untuk menentukan area mana yang datar dan mudah dijangkau serta area mana yang terjal dan sulit dijangkau.
  • Tempat pendaratan heli dan penerjunan pasukan harus memperhatikan ketinggian dan kondisi lokasinya.

Kegitan militer tidak ada kaitannya dengan status dan pengunaan tanah.

Jawaban: A. ketinggian dan letak suatu wilayah

8. Topik: Interaksi Wilayah

Salah satu penyebab terjadinya hubungan internasional antara negara maju dan negara berkembang adalah ….
(A) kurang berkembangnya industri di negara berkembang
(B) belum dieksploitasi sumberdaya alam dan manusia di negara berkembang
(C) kekayaan alam dan perkembangan industri tidak merata
(D) kepadatan dan jumlah penduduk yang tidak merata
(E) sasaran globalisasi antar negara maju dan berkembang

Jawaban
Hubungan antarwilayah baik antara desa dengan desa, desa dengan kota, kota dengan kota ataupun negara dengan negara dapat terjadi karena adanya intervening opportunity, complementary, connectivity, dan transferability.

Apabila ada dua wilayah dengan sumber daya alam dan sektor ekonomi yang berbeda, maka mereka perlu melakukan interaksi untuk dapat memenuhi kebutuhannya. Seperti misalnya negara berkembang kaya akan sumber daya alam, tetapi masih minim dalam perkembangan industri akan saling membutuhkan dengan negara maju yang minim sumber daya alam tetapi unggul  dalam perkembangan industri. Mereka akan saling melengkapi (complementary).

Selain itu dua wilayah juga dapat melangsungkan hubungan atau interaksi didukung oleh kesempatan antara (intervening opportunity), keterhubungan (connectivity), dan kemampuan pemindahan barang ataupun orang (transferability).

Jawaban: C. kekayaan alam dan perkembangan industri tidak merata

9. Topik: Sumber Daya Alam

Secara geografis, keterdapatan sumber energi geotermal berkaitan dengan proses ….
(A) tektonisme regional
(B) tumbukan lempeng
(C) post vulcanism
(D) gunungapi aktif
(E) pensesaran batuan

Jawaban
Sumber energi panas bumi atau geotermal berasal dari aktivitas magma di bawah kulit bumi. Ketersediaan atau keterdapatan energi geotermal terdapat di daerah-daerah yang memiliki gunung api aktif. Di Indonesia, persebaran potensi energi geotermal terdapat di Pulau Sumatera bagian barat, Pulau Jawa bagian selatan, dan daerah-daerah lain yang juga merupakan wilayah persebaran gunung api aktif.

Jawaban: D. gunungapi aktif

10. Topik: Pengetahuan Dasar Geografi

Fenomena harga tanah di perkotaan lebih mahal dibandingkan harga tanah di pedesaan dapat dijelaskan dengan konsep diferensiasi wilayah.

SEBAB

Aksesibilitas dan intensitas penggunaan lahan antar bagian wilayah kota atau antar bagian wilayah desa cenderung homogen.

Jawaban
Pernyataan benar. Konsep diferensiasi wilayah adalah salah satu dari sepuluh konsep dasar geografi. Diferensiasi wilayah berbicara tentang perbedaan ciri atau karakteristik wilayah satu dengan wilayah lainnya. Harga tanah di perkotaan mahal, sedangkan harga tanah di perdesaan murah dapat dijelaskan dengan konsep diferensiasi wilayah.

Kalimat sebab salah. Penggunaan lahan antar bagian wilayah desa memang cenderung homogen. Akan tetapi hal tersebut tidak terjadi pada kota. Penggunaan lahan antar bagian kota sangat heterogen karena kota memiliki banyak sektor kegiatan yang lebih kompleks seperti pusat kegiatan, kawasan industri dan penggunaan lahan lainnya.

Jawaban: C. pernyataan benar, tetapi kalimat sebab salah

Soal dan Pembahasan SBMPTN 2016 Geografi

11. Topik: Biosfer

Rusaknya terumbu karang dapat berpengaruh terhadap kelangsungan hidup dan kelestarian berbagai biota di laut.

SEBAB

Terumbu karang menyediakan tempat tinggal, persediaan makanan, dan tempat berkembang biak bagi berbagai biota laut.

Jawaban
Pernyataan dan sebab benar. Terumbu karang merupakan sekumpulan hewan yang berasosiasi dengan alga. Terumbu karang menjadi tempat tinggal dan berlindung dari predator bagi berbagai biota laut seperti ikan-ikan kecil. Apabila terumbu karang rusak maka banyak biota laut akan kehilangan tempat tinggal dan berlindung sehingga terancam kelangsungan hidup dan kelestariannya.

Jawaban: A. kedua pernyataan benar dan berhubungan sebab akibat

12. Topik: Pedosfer

Topografi terjal merupakan salah satu penyebab terjadinya longsor di Kabupaten Banjarnegara.

SEBAB

Semakin besar kemiringan lereng semakin besar efektivitas bekerjanya gaya gravitasi.

Jawaban
Pernyataan benar. Kabupaten Banjarnegara memiliki beberapa wilayah dengan bentukan tebing dan topografi yang terjal.

Kalimat sebab benar. Longsor dapat disebabkan oleh kemiringan yang terjal, jenis tanah yang mudah tergerus, dan intensitas hujan yang tinggi. Semakin besar kemiringan lereng akan membuat semakin besar gaya gravitasi yang bekerja. Akhirnya resiko longsorpun semakin tinggi.

Jawaban: A. kedua pernyataan benar dan berhubungan sebab akibat

13. Topik: Dinamika Kependudukan

Kondisi demografis di wilayah pegunungan berbeda dengan wilayah dataran dalam hal ….

  1. persebaran penduduk tidak merata
  2. pertumbuhan penduduk tinggi
  3. kepadatan penduduk rendah
  4. mobilitas penduduk tinggi
Jawaban
Kondisi topografi suatu wilayah dapat berpengaruh pada kondisi kependudukan atau demografinya.

Pegunungan memiliki kondisi relief yang beragam. Hal tersebut membuat persebaran penduduknya tidak memungkinkan untuk memusat, sehingga mereka akan tersebar tidak merata.

Kondisi bentang alam pegunungan biasanya membuat suatu daerah cenderung kurang maju dan hanya menjadi desa. Daerah seperti ini pada umumnya memiliki pertumbuhan penduduk yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh banyaknya penduduk yang menikah pada usia muda, dan setiap pasangan umumnya memiliki anak yang banyak.

Walaupun pertumbuhan penduduk tinggi, tetapi dengan wilayah yang cukup luas kepadatan penduduk di daerah pegunungan cenderung rendah.

Mobilitas di daerah pegunungan cenderung rendah karena morfologi yang kasar, sehingga transportasi atau perpindahan lebih sulit dilakukan.

Jawaban: A. 1, 2, dan 3

14. Topik: Pengetahuan Dasar Peta

Hal yang perlu diperhatikan dengan cermat pada saat memilih sistem proyeksi peta adalah ….

  1. bentuk permukaan bumi
  2. letak wilayah di permukaan bumi
  3. luas daerah yang dipetakan
  4. jumlah dan jenis informasi/data
Jawaban
Proyeksi peta adalah proses pemindahan bidang yang bulat (globe) ke bidang datar (peta). Proses ini bertujuan untuk meminimalkan distorsi atau kesalahan ketika mengubah gambar yang melengkung ke bidang yang datar.

Syarat-syarat proyeksi peta antara lain:

  • Conform, artinya bentuk objek yang digambar pada peta harus sama dengan bentuk objek sebenarnya di permukaan bumi
  • Equivalent, artinya perbandingan luas antara setiap objek di peta harus sama dengan perbandingan luas antarobjek di keadaan sebenarnya
  • Equidistant, artinya jarak antarwilayah di peta harus sebanding dengan jarak antarwilayah pada ukuran sebenarnya setelah diubah menggunakan skala

Jenis proyeksi yang digunakan tergantung bidang yang akan dipetakan. Ini dapat dipengaruhi oleh letak lintang suatu wilayah dan hal-hal lainnya.

Berikut pembagian jenis proyeksi peta berdasarkan bidangnya:

  • Azimuthal/Zenithal, digunakan untuk memetakan daerah lintang tinggi atau kutub, yaitu daerah yang terletak di 66,5° sampai dengan 90°, baik di lintang utara ataupun lintang selatan
  • Kerucut/Conical, digunakan untuk memetakan daerah lintang sedang atau daerah dengan iklim yang memiliki 4 musim, yaitu daerah-daerah yang terletak di 23,5º LU/LS sampai 66,5° LU/LS
  • Silinder, digunakan untuk memetakan daerah lintang rendah atau daerah iklim tropis, yaitu daerah-daerah yang terletak di 23,5° LU sampai dengan 23,5° LS

Maka, kita dapat menyimpulkan bahwa proyeksi peta memperhatikan bentuk, letak, dan luas wilayah. Akan tetapi tidak melihat jumlah dan jenis informasi/data.

Jawaban: A. 1, 2, dan 3

15. Topik: Sumber Daya Alam

Hutan yang berada di daerah pegunungan akan memiliki fungsi hidrologis ….

  1. meningkatkan resapan air
  2. menurunkan laju aliran permukaan
  3. mempertahankan kualitas air
  4. menjaga kontinuitas debit aliran
Jawaban
Hutan paling tidak memiliki lima fungsi, yaitu: hidrologis–yang berhubugan dengan air, orologis–yang mencegah longsor, klimatologis–yang berhubungan dengan udara di hutan, strategis–yang berhubungan dengan pertahanan keamanan dan aktivitas lainnya, serta estetis–yang berhubungan dengan dengan keindahan.

Keberadaan hutan di daerah pegunungan akan meningkatkan resapan air karena bantuan akar-akar pohon, menurunkan laju aliran permukaan karena air lebih banyak mengalami infiltrasi, menjaga dan memperatahankan kualitas air, serta menjaga keberlangsungan atau kontinuitas debit aliran.

Jawaban: E. semua benar

Demikian Soal dan Pembahasan SBMPTN 2016 Geografi, semoga bermanfaat.

Baca juga: Pembahasan SBMPTN Geografi 2018 Lengkap Semua Kode